Friday, May 1, 2020

Pekerja, nelayan berjuang untuk menangkis ubur-ubur di perairan dari pembangkit listrik Jawa Timur

Beritanews-Karyawan pembangkit listrik tenaga batu bara Paiton dan nelayan lokal di Probolinggo, Jawa Timur, telah bergegas selama beberapa hari terakhir untuk menangkap jutaan ubur-ubur yang berkeliaran di perairan di samping pembangkit listrik dan melepaskannya dengan aman ke laut.

Makhluk laut, yang telah memadati perairan dekat pantai sejak minggu lalu, terlihat di sepanjang garis pantai 70 kilometer di Kabupaten Probolinggo dan Stiubondo pada hari Jumat.

Lebih dari 40 teknisi dari PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), anak perusahaan dari perusahaan listrik milik negara PLN yang mengoperasikan fasilitas tersebut, dan 20 nelayan bekerja bersama untuk memasang tiga lapisan jaring di area tersebut untuk mencegah ubur-ubur memasuki asupan air fasilitas tersebut saluran dan pompa air. Berdasarkan pengamatan kami, gerombolan ubur-ubur telah terlihat dari pantai Grati di Probolinggo hingga pantai Banyu Glugur di Situbondo. Ada lebih banyak dari mereka sekarang daripada ketika mereka pertama kali mulai berkerumun di sini sekitar enam hari yang lalu. "Kepala manajemen pemangku kepentingan PT PJB Wildan Doddy mengatakan kepada The Jakarta Post pada hari Jumat." Kami masih berusaha untuk menghapusnya [dari kanal]. "

Mustofa Abdullah, manajer umum PJB untuk unit 1 dan 2 dari pabrik, mengatakan bahwa tiga lapisan jaring terdiri dari jaring ikan sepanjang 300 meter yang dipasang di pintu masuk kanal sebagai lapisan pertama, jaring ikan kedua di dekat pompa air dan sepertiga di depan mesin asupan air. Jaring berusaha mencegah agar ubur-ubur tidak tersedot ke dalam mesin pembangkit listrik.

Wildan mengatakan ubur-ubur yang ditangkap di jaring dilepaskan ke perairan terbuka pada malam hari.

"Kami sedikit kewalahan karena penampilan gerombolan ubur-ubur tidak dapat diprediksi. Mereka biasanya menghilang di siang hari, tetapi mereka memadat lagi ke permukaan pada malam hari," kata Wildan, "Kadang-kadang hanya ada sedikit dari mereka, tetapi di waktu lain ada begitu banyak mereka hampir menutupi seluruh permukaan [air]. "

AGENPOKER

Ini bukan pertama kalinya fenomena tersebut terjadi di pabrik Paiton, salah satu pabrik batubara terbesar di Asia Tenggara. Ada kejadian serupa di 2016, kata Mustofa.

"Sejak kami mengalaminya pada tahun 2016, kami telah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani kawanan," katanya.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak, Taufik Hermawan mengatakan, salinitas air laut dan angin darat mungkin berkontribusi pada fenomena tersebut.

Rosek Nursahid, pengamat binatang dari ProFauna Indonesia, mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan penyebab pasti dari kawanan ubur-ubur di dekat pembangkit listrik.

0 comments:

Post a Comment