Friday, May 1, 2020

Terdampar oleh coronavirus, sebuah keluarga Rusia yang bepergian di Indonesia berusaha bertahan hidup


Beritanews-Sebuah keluarga turis Rusia yang mengunjungi Mataram di Nusa Tenggara Barat telah mulai mengamen dan meminta uang agar selamat karena mereka tidak dapat terbang pulang karena pembatasan coronavirus di negara mereka.

Kepala Kantor Imigrasi Mataram Syahrifullah mengatakan para pejabat telah menahan keluarga - Mikhail yang berusia 29 tahun, Ekaterina yang berusia 28 tahun dan putri mereka yang berusia 2 tahun Serafima - setelah sebuah video menunjukkan mereka mengamen di pasar tradisional Kebon Roek menjadi viral di sosial media.

Video itu memperlihatkan Mikhail bermain akordeon di depan pasar untuk menghibur para pejalan kaki, sementara Ekaterina bergoyang di sebelahnya sambil menggendong putri mereka. Mereka mengamen, meminta uang dari penduduk setempat dan menggunakan uang itu untuk membeli makanan. Kami melacak mereka setelah menerima laporan dari warga, "kata Syahrifullah pada hari Kamis seperti dikutip. Dia mengatakan keluarga memiliki semua dokumen yang diperlukan dan izin untuk tinggal di Indonesia. Namun, mereka ditahan karena kegiatan mengamen mereka.

"Meskipun mereka tidak diizinkan untuk mengamen, memohon atau menghasilkan uang di sini, kami memberi mereka keringanan hukuman karena pandemi COVID-19," katanya. "Jika bukan karena wabah COVID-19, aku akan melakukan tindakan yang lebih keras."

Mikhail mengatakan keluarganya tidak bisa kembali ke rumah karena Rusia telah memberlakukan kuncian nasional sebagai tanggapan terhadap wabah koronavirus-nya.

AGENPOKER

"Kami bepergian di Malaysia sebelum terbang ke Indonesia dan kami awalnya berencana hanya menghabiskan dua hari di sini dan kembali sesudahnya," katanya, "Namun, Malaysia memberlakukan kuncian jadi kami memutuskan untuk pergi ke Bali [melalui Nusa Tenggara Barat]."

Mikhail mengatakan dia mengamen di Bali tetapi petugas polisi melarangnya. "Kami hanya punya uang untuk tinggal selama sebulan di Bali. Jadi kami memutuskan untuk kembali ke Nusa Tenggara Barat untuk mencari peluang untuk mengangkut barang. Tapi kami juga tidak bisa melakukannya di sini."

Meskipun menghadapi tantangan, dia mengatakan penduduk setempat telah menunjukkan kemurahan hati dan keramahan kepada keluarganya.

Syahrifullah mengatakan bahwa Mikhail dan keluarganya akan dipindahkan ke Konsulat Jenderal Rusia di Bali.

0 comments:

Post a Comment