Friday, May 1, 2020

Wisatawan bersembunyi di dalam kontainer truk, bus untuk melarikan diri dari larangan ‘mudik’


Beritanews-Wisatawan telah bermain kucing dan tikus dengan personel penegak hukum karena mereka bersikeras untuk melakukan perjalanan pulang meskipun pemerintah melarang Idul Fitri mudik (eksodus) tahun ini.

Para pelancong di seluruh Jawa telah mencoba mengelak dari polisi di pos-pos pemeriksaan, dengan bersembunyi di dalam kontainer truk atau kompartemen bus, menghindari jalan tol dengan keamanan yang ketat dan meletakkan kursi penumpang untuk menghindari pengawasan.

Kepala operasional korps lalu lintas Kepolisian Republik Indonesia Sr. Benyamin mengatakan para pelancong telah menggunakan kontainer di belakang truk untuk mengangkut diri dan kendaraan mereka, mengetahui bahwa petugas memprioritaskan pemantauan kendaraan pribadi, bus, dan minibus. Sedangkan untuk truk barang, mereka diizinkan beroperasi sehingga ekonomi dapat terus berjalan. Truk-truk ini tampaknya digunakan untuk mengangkut para pelancong dan mobil mereka, ”kata Benyamin, Kamis, seperti dikutip kantor berita Antara.

Pernyataan tersebut menggemakan klaim Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebelumnya, di mana ia mengatakan telah menerima laporan dan foto yang menunjukkan para pelancong kembali ke kota asal mereka di seluruh provinsi, dengan mobil-mobil mereka di dalam kontainer truk.

Benjamin mengatakan bahwa, selain truk, ada juga orang-orang yang bersembunyi di batang bus untuk menghindari penegakan hukum.

Bus-bus itu penuh dengan orang, tetapi mereka tidak di kursi, mereka berada di kompartemen bagasi," tambahnya.

Dia mengatakan polisi juga telah mengumpulkan informasi bahwa beberapa agen perjalanan telah menawarkan layanan bagi mereka yang ingin kembali ke kota asal mereka, menunggang kuda yang disebut jalan tikus.

AGENPOKER

Sejak Senin, jumlah kendaraan di jalan tol di Bekasi, Jawa Barat, dan Tangerang, Banten, telah menurun karena para pelancong menghindari pos keamanan, tetapi jumlah kendaraan yang dicegat di jalan-jalan arteri telah meningkat, kata Polda Metro Jaya. Di jalan arteri di Kedungwaringin, Bekasi, misalnya, petugas polisi lalu lintas baru-baru ini menemukan sekelompok pelancong yang menuju Jawa Tengah dengan mengendarai bus dengan kursi penumpang diletakkan di belakang agar tidak terlihat dari luar.

“Para penumpang ini sengaja membaringkan kursi mereka dan mematikan lampu untuk menghindari petugas,” kata juru bicara Polda Metro Jaya Kombes. Yusri Yunus mengatakan pada hari Kamis, seperti dikutip

0 comments:

Post a Comment