Tuesday, March 31, 2020

Perusahaan Kepulauan Riau melihat ekspor babi hidup ke Singapura dua kali lipat setelah COVID-19 Malaysia dikunci


Beritanews-Sebuah perusahaan di Kepulauan Riau mengalami ekspor babi hidup ke Singapura dua kali lipat setelah Malaysia memberlakukan COVID-19 pada 18 Maret.

Kantor Karantina Pertanian Tanjung Pinang mengatakan pada hari Selasa bahwa perusahaan peternakan babi Indonesia PT Indotirta Suaka telah mengekspor hingga 1.600 babi hidup ke negara kota setiap hari. Sebelumnya, perusahaan hanya mengekspor 700 hingga 900 babi setiap hari.

“Sebelum penutupan, permintaan akan babi hidup dipenuhi oleh perusahaan di Malaysia dan Indonesia. Sekarang, permintaan telah bergeser ke Indonesia, ”kata kepala kantor karantina, Donni Muksidayan, Selasa.

Malaysia telah memberlakukan yang telah membatasi pergerakan orang, dalam upaya untuk mengekang penyebaran COVID-19 di negara tersebut.

Meskipun terkunci, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin sebelumnya telah meyakinkan rekannya dari Singapura Lee Hsien Loong bahwa aliran barang dan kargo antara Singapura dan Malaysia, termasuk persediaan makanan, akan berlanjut. Donni mengatakan semua babi hidup yang diekspor ke negara tetangga sehat dan bertemu. Standar Singapura. Kantor pada hari Minggu memberikan sertifikat kesehatan untuk 1.653 babi senilai Rp 5,17 miliar (US $ 315.138) untuk diekspor ke Singapura.


Kami membagikan informasi ini untuk mendorong petani selama perdagangan lesu karena pandemi COVID-19," kata Donni. Manajer Indotirta Suaka Tony Budiharjo tidak menanggapi permintaan The Jakarta Post untuk berkomentar.

Perusahaan memasok sekitar 30 persen dari total permintaan babi hidup di Singapura.

Kantor mencatat bahwa 304.509 babi hidup bernilai sekitar Rp 130,53 miliar telah diekspor tahun lalu dengan - peningkatan 30 persen dari angka 2018 dari 233.699 babi senilai Rp 61,72 miliar






0 comments:

Post a Comment