Beritanews-Kekurangan dalam komoditas utama telah dilaporkan di sebagian besar dari 34 provinsi di Indonesia ketika negara ini berupaya mengatasi dampak ganda dari wabah koronavirus yang menyebabkan gangguan rantai pasokan dan mantra kering yang merusak panen.
Bawang putih, gula, cabai, dan telur ayam kekurangan pasokan di lebih dari 20 provinsi, sementara beras, makanan pokok bagi orang Indonesia, mengalami defisit di tujuh provinsi di seluruh nusantara, menurut data pemerintah yang disajikan. Data tersebut berbenturan dengan klaim Kementerian Pertanian. bahwa stok, terutama 11 komoditas utama Indonesia, "aman" dan cukup untuk memenuhi permintaan nasional selama musim konsumsi puncak tahunan Ramadhan, yang dimulai pada 24 April.
Kepala ketersediaan dan keamanan pangan Badan Keamanan Pangan, Andriko Noto Susanto, mengatakan Indonesia telah mencatat surplus dalam 11 komoditas pangan utama di tingkat nasional, dan setiap kekurangan di tingkat regional adalah "situasi normal".
"Itu karena ada provinsi yang berfungsi sebagai pusat produksi, dan ada yang tidak," kata Andriko kepada The Jakarta Post dalam sebuah wawancara telepon pada hari Rabu. “Provinsi yang tidak memproduksi beras mungkin mencatat kekurangan pasokan beras.”
Kementerian Dalam Negeri mendorong para bupati untuk memberdayakan masyarakat lokal di seluruh wilayah Indonesia untuk menanam makanan pokok mereka sendiri, terutama yang berada di wilayah yang kekurangan. Pandemi COVID-19 akan mengganggu pasokan makanan di dalam negeri dan di seluruh dunia, memperburuk situasi.
Yang memperburuk keadaan, musim kemarau semakin membayangi dan dapat memengaruhi hasil keseluruhan sektor pertanian, yang mempekerjakan lebih dari seperempat tenaga kerja nasional. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memproyeksikan bahwa lebih dari 30 persen wilayah negara itu, termasuk sebagian Bali, Jawa, Sumatra, dan Sulawesi, mungkin menghadapi musim kemarau yang luar biasa keras pada bulan ini.
AGENPOKER
"Jadi ada dua tantangan saat ini: perubahan iklim dan gangguan rantai pasokan karena wabah," kata peneliti Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (Indef) Dhenny Yuartha kepada The Jakarta Post.
Dari 11 komoditas, gula, bawang putih dan daging sapi adalah yang paling berisiko kekurangan pasokan. Badan Keamanan Pangan telah menyarankan mempercepat impor 207.743 ton bawang putih, 85.474 ton daging sapi dan 622.123 ton gula untuk memastikan pasokan yang cukup untuk periode April-Juni.
Untuk gula, misalnya, kekurangan telah dicatat di 30 provinsi, menyebabkan harga melambung menjadi Rp18.250 (US $ 1,21) per kilogram, 46 persen lebih tinggi dari batas harga pemerintah sebesar Rp12.500 per kg.






0 comments:
Post a Comment