Wednesday, May 6, 2020

Mahasiswi berprestasi UII dicoret dari jabatannya setelah 30 wanita melaporkannya atas tuduhan pelecehan seksual


Beritanews-Sebanyak 30 siswa perempuan dari Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta telah mengajukan dan melaporkan IM, alumni sekolah tersebut, ke Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta (LBH Yogyakarta) karena dituduh melakukan pelecehan seksual.

IM, yang lulus dari sekolah arsitektur UII, saat ini belajar untuk mendapatkan gelar master di University of Melbourne di Australia.

Menanggapi laporan tersebut, UII berencana untuk menghapus IM dari penghargaan yang ia terima untuk prestasi akademiknya yang tinggi, kata juru bicara UII Ratna Permata Sari. Universitas juga menyediakan konseling psikologis bagi para wanita, kata Syarif Nurhidayat dari Biro Hukum dan Etika UII.

Para penasihat hukum wanita mengatakan bahwa dugaan pelecehan telah berlangsung selama bertahun-tahun. "Para korban melaporkan bahwa mereka mengalami pelecehan seksual antara 2016 dan 2020," wakil direktur LBH Yogyakarta Meila Nurul Fajriah mengatakan kepada The Jakarta Post pada hari Rabu.

Menurut laporan yang diterima oleh LBH Yogyakarta, IM diduga melakukan tindakan pelecehan seksual saat belajar di universitas, dan diduga terus melecehkan wanita melalui media sosial setelah lulus dan melanjutkan studinya di Australia.

IM dikenal sebagai siswa populer di kampus karena prestasi akademik dan untuk berbicara tentang masalah agama di berbagai diskusi.

"Ada berbagai pola cara dia melakukan pelecehan seksual dan melecehkan korbannya. Kami telah mengidentifikasi empat pola umum," kata Meila.

Pola pertama, kata Meila, adalah dengan berkomunikasi melalui Instagram. IM, kata Meila, akan dimulai dengan memulai percakapan dengan para korbannya dengan kedok mencoba memotivasi mereka untuk berhasil dalam studi mereka. IM nantinya akan mengambil percakapan ke arah seksual.

AGENPOKER

Pola kedua adalah melalui panggilan video, di mana IM diduga akan mengungkapkan alat kelaminnya kepada korban segera setelah dia menjawab panggilan itu.

Dia juga dilaporkan memikat wanita dengan menjual buku-buku latihan IELTS dan TOEFL dan meminta mereka untuk membayar dengan pengiriman tunai, sebelum mengundang para wanita ke asramanya di mana dia akan melakukan kontak fisik yang tidak pantas dan tidak diinginkan, seperti memeluk mereka dari belakang.

Dia juga diduga menggunakan kekerasan untuk menyerang korbannya, seperti dengan meraih paha mereka atau memaksa mereka untuk menciumnya.

Meila mengatakan mayoritas korbannya adalah juniornya di kampusnya, yang mengidolakannya karena prestasinya.

"Kami menyadari ada ketidakseimbangan kekuatan dalam hubungan-hubungan ini. IM menggunakan pengaruhnya dan personanya yang lembut untuk memanipulasi korbannya agar mempercayainya," katanya.

0 comments:

Post a Comment