Beritanews-Ribuan orang di Jakarta berisiko menjadi tuna wisma setelah kehilangan mata pencaharian karena dampak ekonomi dari pandemi COVID-19, beberapa LSM melaporkan.
Antara 20 dan 24 April, kami menerima 71 keluhan dari warga Jakarta yang mengatakan bahwa mereka kesulitan membayar sewa," kata direktur eksekutif Pusat Studi Urban Rujak, Elisa Sutanudjaja, dalam teleconference, Rabu.
Keluhannya, katanya, berkisar dari penjual hingga mahasiswa, ibu rumah tangga, pekerja konstruksi, pengemudi taksi, pengemudi tumpangan berbasis aplikasi dan terapis pijat berbasis aplikasi. Ribuan warga Jakarta lainnya juga berisiko kehilangan rumah mereka. Tiga puluh lima persen penduduk Jakarta tinggal di rumah sewaan," katanya.
Sebuah survei baru-baru ini yang dilakukan oleh Institut Amrta, Yayasan Lokataru, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta) dan Pusat Studi Urban Rujak menemukan bahwa sekitar 27 persen warga Jakarta sekarang berjuang untuk membayar sewa.
Budiarso, seorang warga dari Pademangan Barat, Jakarta Utara adalah salah satunya. Saya sudah ketinggalan uang sewa selama lebih dari sebulan. Saya sudah bicara dengan pemilik rumah saya, tetapi saya tidak tahu berapa lama dia bisa memberi saya keringanan hukuman, "kata Budi di teleconference.
Budi, yang dulu bekerja sebagai penjaja di Ancol, mengatakan ia kehilangan mata pencahariannya setelah pemerintah Jakarta menutup sementara tujuan wisata di kota untuk mengekang penyebaran virus.
Saya sudah mencoba mendapatkan uang dengan cara lain tetapi saya hanya menghasilkan cukup uang untuk memberi makan istri dan tiga anak saya; tidak cukup untuk membayar sewa Rp 1 juta setiap bulan," katanya.
AGENPOKER
Elisa mengatakan pemerintah harus menyediakan jaring pengaman untuk memastikan penghuni yang menyewa rumah tidak menjadi tunawisma.
Pemerintah harus menyediakan mekanisme untuk memberikan keringanan hukuman kepada penyewa atau memberikan bantuan sewa," katanya.
Pemerintah juga dapat bekerja sama dengan LSM untuk membuat daftar penduduk yang menjadi tunawisma.
Pemerintah dapat menyediakan perumahan sementara bagi warga yang telah diusir dari rumah sewaan mereka dengan memanfaatkan aula olahraga, sekolah, masjid atau pusat pelatihan kejuruan," katanya.






0 comments:
Post a Comment