Wednesday, April 22, 2020

Warga Jakarta mengunjungi perjalanan mudik setelah COVID-19 larangan 'mudik'


Beritanews-Bagi banyak orang Indonesia, mudik Idul Fitri (tradisi) adalah tradisi penting yang harus mereka persiapkan selama berbulan-bulan sebelum Ramadhan, dengan tiket kereta api dan bus yang banyak diminati.

Tetapi wabah SAR-CoV-2 telah memaksa banyak orang yang tinggal di Jakarta - sebuah kota yang telah bermigrasi ribuan orang dari seluruh negeri untuk mencari pekerjaan - untuk membatalkan rencana mereka untuk merayakan Idul Fitri di kota asal mereka, bahkan jika mereka sudah memiliki tiket masuk tangan mereka.

Salah satunya adalah Anggit Rizki, seorang pekerja berusia 25 tahun yang tinggal di Jakarta Barat, yang pada tahun-tahun sebelumnya selalu kembali ke kampung halamannya di Malang, Jawa Timur, untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarganya. Saya tidak pernah merayakan Idul Fitri di Jakarta karena saya tidak tahu harus berbuat apa di sini, ”katanya kepada The Jakarta Post, Rabu.

Awalnya Anggit masih berniat melanjutkan mudik, meskipun dia sadar akan saran pemerintah pusat yang menentangnya. Dia bahkan sudah menyiapkan masker dan pembersih tangan untuk perjalanannya dan berencana untuk mengikuti protokol karantina di Malang begitu dia tiba.

Namun, dia berubah pikiran setelah Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengumumkan larangan Idul Fitri mudik pada hari Selasa dan memutuskan untuk meminta pengembalian uang untuk tiket kereta yang dia beli pada bulan Februari, meskipun itu berarti menghabiskan liburan sendirian.

Karena wabah COVID-19, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan mudik tahun ini," katanya.

Naila Fauzia Mastutie, seorang pegawai negeri sipil berusia 31 tahun yang tinggal di Jakarta Timur, juga memutuskan untuk membatalkan tiketnya ke kota asalnya di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang ia beli pada awal tahun.


"Saya menyadari bahwa itu tidak cukup baik untuk melindungi diri saya sendiri, saya perlu melindungi keluarga saya dan penduduk lain di kota asal saya juga," katanya kepada Post pada hari Selasa. Jutaan orang kembali ke kampung halaman mereka setiap tahun - sering bepergian dari pusat kota ke pedesaan - untuk merayakan Idul Fitri, dengan sekitar 20 juta meninggalkan Jakarta Raya sendirian setiap tahun selama liburan Islam.

Dengan Jakarta sebagai pusat penyebaran virus di Indonesia, sejumlah besar wisatawan yang diperkirakan telah menimbulkan kekhawatiran tentang penularan massal, dengan para ahli kesehatan masyarakat memperingatkan bahwa mudik dapat menyebabkan penyakit pernapasan menyebar dengan cepat di seluruh Jawa.

0 comments:

Post a Comment