Wednesday, April 22, 2020
Home »
Agen Bola
,
Agen Bola Terpercaya
,
Agen Kasino
,
Agen Sbobet
,
Situs Judi Bola Indonesia
,
Taruhan Bola
,
Taruhan Online Indonesia
» COVID-19: Dinas kesehatan Jawa Barat memprediksi kasus akan terus meningkat di tengah PSBB
COVID-19: Dinas kesehatan Jawa Barat memprediksi kasus akan terus meningkat di tengah PSBB
Beritanews-Badan kesehatan Jawa Barat mengatakan bahwa jumlah kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di provinsi ini akan terus meningkat bahkan ketika kota dan kabupaten di provinsi tersebut mulai menerapkan pembatasan sosial skala besar (PSBB).
Sesuai dengan prediksi awal kami dan dengan upaya yang telah dilakukan, kami akan melihat puncaknya terjadi antara 22 April dan 29 Mei," kata kepala agen Berli Hamdani, Selasa.
Departemen Kesehatan menyetujui permintaan dari untuk menerapkan PSBB di daerah, dan pembatasan secara resmi diberlakukan pada 15 April Berli mengatakan kebijakan PSBB akan dievaluasi setiap hari.
Jawa Barat adalah provinsi yang paling terpukul kedua di negara ini - di belakang Jakarta - dengan total atau sekitar 10 persen dari jumlah resmi negara itu sebesar 7.418 pada hari Rabu. Berli meminta orang-orang di Jawa Barat untuk mengikuti pembatasan sosial secara teratur.
Kita harus disiplin dalam menjaga jarak dan menghindari keramaian. Temu yang biasanya dilakukan selama bulan Ramadhan harus dibatasi, dan kita harus tetap di rumah, ”kata Berli. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah meminta 27 bupati dan walikota di Jawa Barat, termasuk mereka yang belum meminta implementasi PSBB, untuk memperluas pengujian cepat COVID-19.
Berli mengatakan pemerintah telah mendistribusikan 93.000 alat tes cepat di seluruh provinsi dan bahwa lembaganya telah menerima 71.000 hasil tes, 1.664 di antaranya positif untuk COVID-19.
Dia mengatakan bahwa mereka yang dites positif kemudian menjalani tes PCase yang lebih akurat, meskipun lebih lambat, yang menghasilkan 397 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi.
"Kami telah mengirimkan data ke Kementerian Kesehatan dan jumlahnya telah dimasukkan dalam laporan kasus nasional," kata Berli.













0 comments:
Post a Comment