Friday, April 3, 2020

Pemakaman menimbulkan kekhawatiran tentang kematian COVID-19 yang tidak dilaporkan


Beritanews-Jumlah pemakaman di Jakarta meningkat tajam pada bulan Maret, suatu perkembangan yang menurut gubernur ibukota Indonesia menyatakan bahwa kematian akibat virus corona baru mungkin lebih tinggi daripada yang dilaporkan secara resmi.

Hampir 4.400 penguburan terjadi pada bulan Maret, 40 persen lebih tinggi dari bulan apa pun sejak setidaknya Januari, 2018, menurut tinjauan Reuters terhadap statistik dari Departemen Taman dan Pemakaman kota. Total tertinggi kedua selama periode itu adalah Maret 2019, ketika hampir 3.100 orang dimakamkan.

Reuters dapat memperoleh statistik kembali ke awal 2018.

Kota ini telah menjadi pusat infeksi virus corona baru di Indonesia, terhitung 971 kasus dan 90 kematian, menurut data pemerintah pusat, atau kira-kira setengah dari total negara untuk keduanya.

Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, dan beberapa ahli kesehatan masyarakat mencurigai jumlah infeksi dan kematian di Jakarta telah dilaporkan secara signifikan karena salah satu tingkat pengujian terendah di dunia.

"Ini sangat mengganggu," kata Baswedan kepada Reuters, Jumat, merujuk pada statistik pemakaman. "Aku berjuang untuk menemukan alasan lain selain kematian COVID-19 yang tidak dilaporkan."

Seorang pejabat senior kementerian kesehatan tidak menanggapi panggilan telepon dan pesan yang meminta komentar tentang statistik pemakaman. Seorang juru bicara Presiden Joko Widodo tidak menanggapi permintaan komentar.

Angka-angka dari Departemen Taman dan Pemakaman Jakarta tidak mengidentifikasi penyebab kematian, tetapi tidak ada epidemi baru yang dilaporkan di Jakarta selama periode tersebut dan juga tidak ada bencana alam besar.

Indonesia hampir dua kali lipat dalam sepekan terakhir tetapi hanya melakukan 7.621 tes di negara berpenduduk lebih dari 260 juta orang.


Hingga Jumat, kementerian kesehatan melaporkan jumlah total infeksi di Indonesia adalah 1.986. Kematian akibat COVID-19 adalah 181, yang terbesar di Asia selain China.

Dalam sebuah wawancara pada hari Kamis, sebelum Baswedan membuat komentarnya, Achmad Yurianto, seorang pejabat senior kementerian kesehatan, membela sistem pelaporan dan pengujian.

Dia mengatakan pemerintah pusat mendasarkan data pada hasil lab menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) akurat. Dia tidak menanggapi permintaan untuk mengomentari angka pemakaman.

Staf rumah sakit dan pengurus di Jakarta telah mengambil tindakan pencegahan khusus dengan tubuh 438 orang yang mereka duga meninggal karena COVID-19 antara 6 Maret dan 2 April, menurut kantor gubernur.

Protokol berarti pengurus yang didesinfeksi dan dibungkus tubuh dalam plastik daripada kain seperti yang diminta oleh kebiasaan Islam. Indonesia adalah negara mayoritas Muslim terbesar di dunia.






0 comments:

Post a Comment