Friday, April 3, 2020
Home »
Agen Bola
,
Agen Bola Terpercaya
,
Agen Kasino
,
Agen Sbobet
,
Situs Judi Bola Indonesia
,
Taruhan Bola
,
Taruhan Online Indonesia
» Jakarta Barat mencatat jumlah kasus COVID-19 tertinggi dari pengujian cepat
Jakarta Barat mencatat jumlah kasus COVID-19 tertinggi dari pengujian cepat
Beritanews-Rapid COVID-19 tes yang diprakarsai oleh pemerintah Jakarta telah menunjukkan Jakarta Barat sebagai daerah ibukota yang paling terpukul oleh penyakit, karena otoritas kesehatan mencatat tren yang memburuk dalam hal jumlah kasus yang dikonfirmasi.
Menurut data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Jakarta pada hari Kamis, 177 kasus dikonfirmasi di Jakarta Barat; diikuti oleh Jakarta Timur dengan 111 kasus.
Di sisi lain, Kabupaten Kepulauan Seribu mencatat angka terendah, dengan hanya satu dari 52 orang yang menjalani tes cepat untuk tes positif COVID-19.
Badan tersebut memprakarsai pengujian cepat untuk 20.532 orang di seluruh provinsi, seperti yang diumumkan oleh Fifi Mulyani dari divisi kesehatan masyarakat badan tersebut, 428 di antaranya dinyatakan positif menderita penyakit tersebut.
Pemerintah juga mengadakan pengujian cepat di pusat layanan kesehatan karyawan di distrik Gambir, Jakarta Pusat. Dari 330 orang yang dites di pusat, 13 orang dinyatakan positif. ify menyarankan orang untuk mengambil tindakan pencegahan sejalan dengan protokol resmi untuk berurusan dengan COVID-19.
“Gunakan masker setiap kali Anda pergi [jika Anda sakit], sementara orang sehat dapat menggunakan masker kain. Jangan lupa membuangnya dengan benar, "katanya kepada wartawan saat konferensi pers di Balai Kota, Jumat.
“Jika Anda meninggalkan rumah Anda, bersihkan diri Anda dan cuci pakaian Anda setelah kembali sebelum melakukan kontak dengan keluarga Anda. Untuk membantu administrasi dalam menangani wabah, masyarakat pada umumnya dan sektor swasta telah menawarkan dukungan. Empat puluh enam organisasi telah menyumbangkan, antara lain, alat pelindung diri dan barang-barang pokok antara 18 Maret dan Kamis.
Administrasi masih membutuhkan alat pelindung, sarung tangan, desinfektan, dan barang kebutuhan pokok












0 comments:
Post a Comment