Monday, April 6, 2020

Pedagang kaki lima di Bandung kehilangan penghasilan karena pelanggan tetap di rumah di tengah kebijakan COVID-19


Beritanews-Gagan, seorang penjual kue di Bandung, Jawa Barat, mengatakan dia hampir tidak menghasilkan uang dalam beberapa minggu terakhir sejak pihak berwenang telah menerapkan kebijakan jarak fisik yang mengharuskan orang untuk membatasi kegiatan di luar ruangan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Pria 29 tahun itu biasanya menjajakan barang bakarnya di Jl. Gardujati menghasilkan sekitar Rp 300.000 (US $ 18) per hari sebelum pandemi mencapai pantai Indonesia. Sekarang, dia hampir tidak menghasilkan uang.

Pedagang kaki lima lainnya, Enung, yang mencari nafkah dengan menjual nasi kuning (nasi kuning dengan lauk) di dekat beberapa sekolah di Jl. Dokter Radjiman, juga punya pengalaman serupa. Kebijakan tinggal di rumah, termasuk siswa, menyebabkan kerugiannya hingga Rp 200.000 dalam pendapatan harian.

Asosiasi Penjual Jalanan Bandung (APPKL) mengatakan bahwa antara 900 dan 1.500 anggota telah kehilangan pendapatan selama krisis kesehatan.

"Mereka telah berhenti menjual barang selama hampir tiga minggu," kata kepala APPKL Bandung, Iwan Suhermawan, Minggu.

Mayoritas penjual yang terkena dampak adalah mereka yang menjual makanan dan pakaian. Pedagang lain yang menjual komoditas pokok seperti beras, buah dan sayuran masih bertahan.

Sebuah survei online yang dilakukan oleh Bantuan Hukum Bandung (LBH Bandung) dari tanggal 26 Maret hingga 1 April menunjukkan bahwa pekerja tidak terampil seperti pedagang kaki lima dan usaha kecil termasuk yang paling rentan terhadap dampak ekonomi dari wabah COVID-19.


"Setidaknya 526 dari total 1.253 responden melaporkan kehilangan pendapatan dari bisnis mereka," kata Harold Aron dari tim survei LBH Bandung. Dia menambahkan bahwa mayoritas responden juga berharap untuk menerima bantuan pemerintah, termasuk bantuan pinjaman.

Gerakan sosial Generasi Baru Dapur Indonesia (generasi dapur Indonesia baru), bersama dengan APPKL Bandung, telah meluncurkan program crowdfunding Bantu Pedagang Kecil (bantuan pedagang kecil) untuk mendistribusikan bantuan makanan kepada pedagang kaki lima.

Ketua Umum Generasi Baru Dapur Indonesia Christine Effendy mengatakan bahwa program sejauh ini telah mendistribusikan 600 paket, dengan masing-masing paket berisi beras, gula, minyak goreng, ayam, sayuran dan susu.

"Batch bantuan berikutnya akan didistribusikan pada tanggal 7 April," kata Christine, dan penerima bantuan telah dibagi menjadi beberapa kelompok untuk memudahkan distribusi dan meminimalkan risiko infeksi COVID-19






0 comments:

Post a Comment