Thursday, April 23, 2020

Kamisan Online: Aktivisme menjadi digital selama pandemi COVID-19


Beritanews-Ketika pandemi COVID-19 memaksa orang untuk tetap tinggal di dalam rumah, para aktivis hak asasi manusia telah merangkul platform digital agar suara mereka didengar dan mengekspresikan tuntutan mereka. Kamisan, protes diam-diam mingguan yang diadakan setiap hari Kamis di depan kompleks Istana Kepresidenan, adalah salah satu gerakan yang telah beralih ke media sosial.

"Kamisan Online akan terus mengakomodasi perjuangan melawan pelanggaran hak asasi manusia di tengah pandemi ini," kata kepala divisi pengawasan impunitas Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya Saputra, kepada The Jakarta Post on. Kamis.

Menurut Dimas, yang juga salah satu koordinator protes Kamisan, versi online protes diam telah dilakukan sejak 19 Maret, terutama di Twitter dan Instagram.

Melalui templat grafik online yang diposting setiap Kamis di akun Twitter resmi @AksiKamisan, pengguna Twitter dapat menulis dalam komentar dan tuntutan terkait masalah hak asasi manusia.

Rally Kamisan minggu ini mengambil pemberdayaan perempuan sebagai tema sesuai dengan perayaan Hari Kartini. Selain itu, Kamisan online juga melakukan streaming Instagram langsung setiap Kamis pukul 4 malam. dengan pembicara yang berbeda mendiskusikan masalah yang berbeda setiap minggu.

Salah satu administrator akun media sosial @AksiKamisan, Ahmad Sajali, mengatakan streaming Instagram langsung dapat menarik hingga 1.800 tampilan.

"Posting di #kamisanonline telah diunggah ratusan kali melalui gabungan Twitter dan Instagram," katanya. "Kami telah melihat lebih banyak keterlibatan dibandingkan dengan protes Kamisan di jalan selama pandemi ini."

Maria Katarina Sumarsih, seorang doyen dari protes Kamisan, mengatakan reli digital sebagian besar menargetkan generasi muda karena orang tua jarang menggunakan media sosial.

"Protes Kamisan di jalan jauh lebih nyata karena kami dapat berbagi suara dan tuntutan kami secara langsung. Saya hanya berharap pandemi ini segera berakhir sehingga kami dapat bertemu lagi di rapat umum Kamisan yang biasa," katanya kepada Post.

Namun, ia menambahkan bahwa semangat protes Kamisan tetap ada karena ia masih secara rutin menulis kepada Presiden Joko "Jokowi" Widodo, menuntut keadilan bagi putranya, korban pelanggaran HAM masa lalu, dan masalah HAM kontemporer lainnya yang belum terselesaikan.






0 comments:

Post a Comment