Thursday, March 26, 2020

Jakarta air quality improves as people commute less, rainfall intensifies


Beritanews-Badan Lingkungan Hidup Jakarta telah mencatat peningkatan kualitas udara di ibu kota selama seminggu terakhir yang disebabkan oleh penurunan yang signifikan dalam jumlah orang yang bepergian melintasi kota, ditambah dengan meningkatnya intensitas curah hujan.

Konsentrasi modal PM2.5 - partikel polutan yang dapat dihirup dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer - menurun sekitar 33 persen menjadi di bawah 40 mikrogram per meter kubik (mgc / m3) pada hari Kamis dari di atas 60 mgc / m3 pada 19 Maret, menurut data dirilis pada hari Kamis oleh agensi.

Juru bicara Badan Lingkungan Hidup Jakarta Yogi Ikhwan mengatakan penurunan itu sejalan dengan tren orang yang bekerja dari rumah setelah pemerintah Jakarta pekan lalu menyatakan situasi darurat, mendorong beberapa perusahaan untuk menerapkan langkah jarak sosial untuk mencegah COVID-19 menyebar lebih jauh.

"Pekerjaan dari rumah [kebijakan] mengurangi mobilitas, sehingga sumber polutan juga menurun," kata Yogi kepada The Jakarta Post, Kamis. Penyakit pernapasan menular, yang berasal dari kota Wuhan di provinsi Hubei, Cina, telah menginfeksi ratusan di ibukota. , menjadikannya pusat gempa di Indonesia. Semakin banyak orang yang tinggal di rumah sebisa mereka untuk mengikuti instruksi pemerintah tentang tindakan pencegahan terhadap penyakit, seperti tercermin dalam jalan-jalan yang lebih kosong dari biasanya di seluruh kota selama seminggu terakhir.


"Secara umum, jalanan Jakarta kosong. Saya menghargai semua orang yang memilih untuk tinggal di rumah," kata Gubernur Jakarta Anies Baswedan saat konferensi pers di Balaikota, Kamis.

Namun demikian, kualitas udara ibukota yang baru saja meningkat, tidak hanya berkorelasi dengan menurunnya jumlah kendaraan yang bepergian, tetapi juga dengan meningkatnya intensitas curah hujan ketika musim hujan mencapai puncaknya, menurut kepala Badan Lingkungan Hidup Jakarta Andono Warih






0 comments:

Post a Comment