Saturday, March 21, 2020

Indonesia melaporkan 81 kasus COVID-19 baru, angka kematian meningkat menjadi 38


Beritanews-Otoritas kesehatan Indonesia telah mencatat lonjakan lain dalam jumlah kasus positif COVID-19 di negara ini, ketika pemerintah mengumumkan 81 kasus baru pada hari Sabtu, dengan total 450 dilaporkan secara nasional.

Direktur Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan jumlah kematian yang disebabkan oleh penyakit ini juga meningkat menjadi 38, dibandingkan dengan 32 pada hari sebelumnya. Sementara itu, 20 orang telah pulih dari penyakit sejauh ini.

Yurianto, juga juru bicara pemerintah untuk hal-hal terkait COVID-19, mengatakan Jakarta masih mencatat peningkatan tertinggi dari kasus positif dengan 44, dengan jumlah kasus positif di ibu kota menjadi 267. Pihak berwenang melaporkan 23 orang telah meninggal karena penyakit ini di Jakarta.

Wilayah lain yang mencatat lonjakan jumlah kasus positif adalah Jawa Barat dan Jawa Timur dengan masing-masing 41 dan 11 kasus baru.

“Kami telah memberikan semua data ini kepada kepala dinas kesehatan provinsi, yang meneruskan data ke rumah sakit tempat pasien ini dirawat,” kata Yurianto saat konferensi pers yang disiarkan pada hari Sabtu.

"Data ini juga telah digunakan oleh dinas kesehatan di setiap kabupaten sebagai bahan untuk pelacakan kontak."

Dia menambahkan bahwa upaya pelacakan kontak akan diikuti oleh pengujian cepat, yang dapat menunjukkan hasil dalam hitungan menit. Namun, tes tersebut hanya digunakan untuk deteksi awal apakah seseorang telah terinfeksi oleh coronavirus.


Pemerintah, kata Yurianto, telah bersiap untuk mengimpor obat klorokuin. Yurianto mengklaim obat itu ampuh melawan COVID-19, meskipun tidak ada obat yang terbukti secara klinis untuk menyembuhkan penyakit ini. Namun, tenaga medis di beberapa negara telah menggunakan obat untuk mengobati gejala penyakit pada pasien.

“Chloroquine digunakan untuk mengobati [gejala penyakit], bukan mencegahnya; karena itu, orang tidak boleh menimbun klorokuin, ”kata juru bicara itu.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan lebih dari 12 juta masker bedah dan 81.000 masker N95 untuk rumah sakit yang merawat pasien COVID-19. "Rumah sakit yang membutuhkan peralatan seperti itu harus mengajukan permintaan resmi kepada dinas kesehatan setempat."

Yurianto mendesak orang untuk tinggal di rumah dan menjaga jarak sosial dari orang lain untuk mencegah kemungkinan penularan virus






0 comments:

Post a Comment