Wednesday, March 25, 2020
Home »
Agen Bola
,
Agen Bola Terpercaya
,
Agen Kasino
,
Agen Sbobet
,
Situs Judi Bola Indonesia
,
Taruhan Bola
,
Taruhan Online Indonesia
» COVID-19: Jawa Tengah akan menyiapkan lebih banyak fasilitas isolasi, mempersiapkan skenario terburuk
COVID-19: Jawa Tengah akan menyiapkan lebih banyak fasilitas isolasi, mempersiapkan skenario terburuk
Beritanews-Pihak berwenang di Jawa Tengah berencana untuk mengubah sejumlah fasilitas umum di wilayah tersebut menjadi bangsal isolasi yang dirancang untuk pasien COVID-19 yang dikonfirmasi dan kasus yang dicurigai sebagai provinsi menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi skenario terburuk dalam wabah koronavirus.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengumumkan rencana tersebut setelah pertemuan virtual pada hari Selasa.
Di antara fasilitas tersebut adalah Pusat Pelatihan Administrasi Provinsi Jawa Tengah, Pusat Pelatihan Kementerian Agama, Asrama Haji Donohudan, Hotel Kesambi milik provinsi, dan pusat olahraga Jatidiri.
Mereka akan menambah 303 kamar isolasi di 58 rumah sakit yang telah disiapkan oleh administrasi, jumlah yang masih diperkirakan akan meningkat ketika rumah sakit swasta mulai bergerak.
“Kami telah menyiapkan 13 rumah sakit lini pertama serta 45 rumah sakit lini kedua dan ketiga. Kami akan melanjutkan persiapan khusus untuk pengobatan [COVID-19], termasuk mendorong beberapa rumah sakit baru di Surakarta dan Brebes [untuk berpartisipasi], "kata Ganjar pada hari Selasa. Pemerintah juga berkoordinasi dengan Kepolisian Nasional dan Indonesia. Militer (TNI) untuk mendaftarkan dan menyiapkan fasilitas yang dikendalikan oleh dua pasukan untuk digunakan sebagai bangsal isolasi tambahan jika wabah menurun dengan cepat.
Jumlah kasus COVID-19 di Jawa Tengah terus meningkat, dua kali lipat menjadi 38 dengan konfirmasi 19 infeksi baru pada hari Rabu. Provinsi sejauh ini mencatat empat kematian akibat penyakit tersebut.
Ganjar juga telah meminta tenda untuk dipersiapkan sebagai pilihan terakhir.
"Kami bahkan telah meminta Badan Mitigasi Bencana Daerah [Jawa Tengah] untuk melaporkan jumlah tenda yang kami miliki. Kami telah mengantisipasi dengan sangat hati-hati sambil melanjutkan langkah-langkah pencegahan," kata Ganjar.
Gubernur, bagaimanapun, menyatakan harapan bahwa provinsi itu tidak perlu melihat skenario kasus terburuk terungkap jika Jawa Tengah melanjutkan langkah-langkahnya untuk membendung penularan penyakit.
“Itulah sebabnya saya memerintahkan semua bupati, walikota, camat, kepala desa ke kepala unit lingkungan untuk secara aktif mendidik warga agar tinggal di rumah,” kata Ganjar













0 comments:
Post a Comment