Beritanews-Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kota Tegal, Jawa Tengah, yang telah dilaksanakan selama lebih dari dua minggu, dipuji karena berhasil memutus rantai transmisi COVID-19 karena kota tersebut belum melaporkan adanya kasus baru.
Satu-satunya pasien COVID-19 di Tegal yang pulih. Oleh karena itu, Tegal sekarang melaporkan nol kasus COVID-19, ”kata Walikota Tegal M. Jumaidi, Kamis.
Dia juga mengklaim bahwa jumlah orang di bawah pengawasan umum (ODP) dan pasien di bawah pengawasan (PDP) untuk COVID-19 di kota menunjukkan telah menunjukkan tren menurun sejak kota menerapkan PSBB pada 23 April. Warga memprotes [pembatasan] pertama. Banyak yang masih melanggar aturan dengan tidak memakai topeng dan berkumpul di luar. Tetapi pada minggu kedua, mereka mulai menunjukkan disiplin yang lebih, ”kata Jumaidi.
Namun, ia mengatakan bahwa pemerintahannya masih mengoptimalkan langkah-langkah PSBB karena orang-orang dari beberapa zona merah COVID-19 terus berdatangan ke kota dan beberapa acara keagamaan massal masih berlangsung di beberapa lokasi. Pemerintah kota juga telah memutuskan untuk memperpanjang periode PSBB hingga 22 Mei untuk memastikan telah berhasil mengakhiri transmisi COVID-19.
AGENPOKER
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memuji pencapaian tersebut tetapi mendesak warga Tegal untuk tetap waspada sampai pandemi benar-benar berakhir dan perekonomian pulih. Dia juga menuntut agar pemerintah Tegal memberikan sanksi berat kepada pelanggar.
Sulit untuk mempertahankan disiplin," kata Ganjar, menambahkan bahwa kesadaran masyarakat memainkan faktor penting dalam menentukan keberhasilan PSBB.
Dia lebih lanjut menunjukkan bahwa kota Tegal terletak di sebelah agen Tegal, Brebes dan Pemalang, yang dianggap COVID-19 zona merah.
Tolong, saya meminta penduduk Tegal untuk tinggal di rumah kecuali mereka memiliki masalah yang sangat mendesak. Dan ketika pergi ke luar, jangan lupa untuk mengenakan topeng dan menjaga jarak fisik, "kata gubernur.






0 comments:
Post a Comment