Beritanews-Penyelidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengatakan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada hari Kamis bahwa ia telah menerima petunjuk dari seorang perwira tinggi polisi mengenai dugaan dalang di balik serangan asam terhadap dirinya pada tahun 2017.
Dalam kesaksiannya yang pertama sebagai saksi dan korban dalam kasus ini, Novel mengatakan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara bahwa, tiga tahun yang lalu, Kepala Kepolisian Jakarta saat itu M. Iriawan dan ketua KPK Agus Rahardjo mengunjunginya sekitar seminggu setelah ia melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Polisi Nasional saat itu Jenderal Tito Karnavian.
"[Iriawan] menyebut nama [yang diduga sebagai otak] beberapa kali [selama kunjungan], seseorang yang berpengaruh," Novel mengatakan kepada majelis hakim pengadilan pada hari Kamis. Serangan itu terjadi pada 11 April 2017, ketika dua pria yang mengendarai sepeda motor melemparkan asam ke wajah Novel ketika yang terakhir berjalan pulang setelah sholat subuh di sebuah masjid di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Investigasi polisi ke dalam kasus ini berlangsung selama lebih dari dua tahun sampai pihak berwenang menangkap dua perwira polisi berpangkat rendah aktif dari brigade seluler Kelapa Dua, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulete, pada bulan Desember tahun lalu.
Jaksa menuntut kedua terdakwa berdasarkan Pasal 355 atas perlakuan buruk yang direncanakan, yang dijatuhi hukuman maksimal 12 tahun penjara setelah dijatuhi hukuman.
AGENPOKER
Novel mengatakan kepada pengadilan pada hari Kamis bahwa ia percaya serangan asam itu terkait dengan pekerjaannya dalam menangani beberapa kasus korupsi tingkat tinggi sebelum insiden itu, termasuk kasus suap yang melibatkan pengusaha Basuki Hariman dan mantan hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar, serta elektronik. Kasus pencangkokan identitas yang melibatkan mantan ketua Partai Golkar, Setya Novanto.
Dia juga mengatakan bahwa beberapa orang telah memata-matai dia dua minggu sebelum serangan itu, dengan beberapa mobil mencurigakan melewati rumahnya. Novel mengatakan tetangganya mengambil foto orang-orang mencurigakan di dekat kediamannya, yang ia laporkan kepada Iriawan, yang kemudian mengatakan kepada penyelidik KPK untuk berhati-hati.







0 comments:
Post a Comment