Beritanews-Satu keluarga dengan tiga orang di kota Surakarta di Jawa Tengah tinggal dan tidur di becak selama sebulan setelah pencari nafkah, Dul Rohmat yang berusia 30 tahun, kehilangan pekerjaannya sebagai pekerja konstruksi karena COVID- 19 wabah. Tanpa penghasilan, keluarga tidak mampu menyewa kamar.
Dul, istrinya, Fatimah yang berusia 33 tahun dan bayinya yang berumur 13 bulan hidup dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Mereka kebanyakan tinggal di Jl. Adi Sucipto di Kecamatan Laweyan, di mana jumlah nyamuknya lebih sedikit, kata Fatimah. Pasangan itu pindah dari Kabupaten Grobogan ke Surakarta untuk prospek pekerjaan yang lebih baik. Di Surakarta, mereka biasanya membayar Rp 400.000 (US $ 26,8) per bulan untuk sebuah kamar.
"Setelah suami saya di-PHK, kami tidak bisa membayar kamar dan memutuskan untuk menyewa becak seharga Rp5.000 sehari," kata Fatimah pada hari Rabu. Dia mengatakan keluarga telah mengandalkan bantuan dan makanan yang disumbangkan.
“Karena kita hidup di jalanan dan tidak bisa memasak, jika kita mendapatkan beras atau minyak goreng, saya menjualnya untuk membayar sewa becak dan membeli popok dan kebutuhan lain untuk bayi saya,” katanya. Namun, pada hari Jumat, keluarga telah pindah ke kamar yang dibayar oleh donor, kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
AGENPOKER
Saya baru saja menelepon Fatimah, dan dia berkata bahwa keluarga itu sekarang tinggal di rumah kos. Dia juga telah menerima bantuan dan mulai menjual makanan untuk mencari nafkah, ”katanya.
Ganjar mengingatkan publik untuk melaporkan kepada pihak berwenang jika mereka menemukan diri mereka atau orang lain menderita kesulitan ekonomi selama pandemi.
“Keluarga [Dul] mungkin belum melaporkan. Itu sebabnya mereka muncul di berita, "katanya, menambahkan bahwa penting untuk melaporkan kesulitan keuangan karena pemerintah belum sepenuhnya mencatat data kemiskinan pandemi






0 comments:
Post a Comment