Saturday, April 4, 2020
Home »
Agen Bola
,
Agen Bola Terpercaya
,
Agen Kasino
,
Agen Sbobet
,
Situs Judi Bola Indonesia
,
Taruhan Bola
,
Taruhan Online Indonesia
» Jakarta, gubernur Jawa Barat meragukan angka COVID-19 pemerintah pusat
Jakarta, gubernur Jawa Barat meragukan angka COVID-19 pemerintah pusat
Beritanews-Gubernur Jakarta dan Jawa Barat, dua wilayah di negara yang paling parah terkena wabah koronavirus, telah menyarankan bahwa jumlah orang yang terinfeksi dan dibunuh oleh penyakit di negara ini secara signifikan lebih tinggi daripada jumlah resmi pemerintah pusat.
Mereka mengatakan Kementerian Kesehatan belum cukup cepat dalam menguji pasien COVID-19 yang potensial.
Menurut perhitungan The Jakarta Post menggunakan data yang disediakan oleh briefing harian KLB, pemerintah pusat telah melakukan rata-rata 240 tes reaksi rantai polimerase (PCR) setiap hari sejak 2 Maret. Pada hari Jumat, kementerian telah mengkonfirmasi 1.986 kasus dengan 181 kematian. dan telah melakukan sekitar 7.986 tes PCR secara total.
Maafkan saya, Bapak Wakil Presiden, kasus-kasus yang kita miliki saat ini secara eksponensial lebih tinggi [...] Kecepatan pengujian kami tidak seperti yang kami harapkan, jadi hanya sedikit data yang masuk," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. selama panggilan virtual dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada hari Jumat.
"Semakin banyak kita menguji, semakin kita tahu di mana virus itu beredar."
Ridwan mengatakan penghitungan resmi pemerintah hanya menunjukkan 225 kasus di Jawa Barat pada hari Jumat, tetapi pengujian cepat yang dilakukan oleh pemerintahannya telah menemukan 677 kasus baru.
Setelah pengujian cepat, yang memiliki tingkat kesalahan yang relatif tinggi, gubernur mengatakan dia harus melakukan tes swab sekunder dan lebih akurat.
Tes cepat, katanya, diperlukan untuk melewati proses pengujian lambat di Institut Nasional Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), yang katanya hanya bisa menguji sekitar 200 sampel sehari.
Jawa Barat telah mendistribusikan 50.000 alat tes cepat dan telah menemukan bahwa Sukabumi adalah pusat penyebaran baru di provinsi ini. Cluster terbesar ditemukan di Setukpa Officer Establishment School di Kepolisian Nasional, di mana 300 dari 1.550 siswa yang dites ternyata positif mengidap virus itu.
Cluster terbesar kedua ditemukan di Gereja Bethel Lembang Indonesia (GBI) di mana 226 jemaat dites positif untuk virus corona, dua di antaranya, pendeta dan istrinya, dilaporkan meninggal karena penyakit tersebut. "Dari 637 hadirin Gereja Betel, 226 dinyatakan positif, itu tingkat 35 persen," kata Ridwan.
Ridwan mengatakan, pemerintah telah melakukan pengujian dari pintu ke pintu di samping tes di pusat kesehatan masyarakat dan rumah sakit. Pemerintah membuka stasiun pengujian drive-through di Stadion Gelora Bandung Lautan Api di Bandung.












0 comments:
Post a Comment