Thursday, April 9, 2020

COVID-19: Misi Indonesia di Turki menawarkan bantuan virtual kepada diaspora


Beritanews-Misi Indonesia di Turki mengadakan pertemuan virtual tentang COVID-19 untuk berkomunikasi dengan sekitar 4.500 warga negara Indonesia yang tinggal di negara tersebut.

Pertemuan dijadwalkan berlangsung dari 5 Maret hingga 15 April, dengan Duta Besar Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal dan konsul jenderal di Istanbul, Imam Asari, hampir mengunjungi kota Turki yang berbeda setiap hari untuk berkomunikasi dengan warga negara Indonesia.

“Presiden dan menteri luar negeri telah meminta kami untuk memantau kondisi rekan-rekan Indonesia kami di Turki. Kunjungan ini dilakukan untuk mengatasi kekhawatiran mereka, ”kata Iqbal dalam siaran pers, Rabu.

“Kami ingin menunjukkan kepada mereka bahwa mereka tidak sendirian dalam masa sulit seperti ini. Misi [Indonesia] ada di sana untuk mereka. Misi tersebut telah bertunangan sejak hari Minggu dengan warga yang tinggal di delapan provinsi di Anadolu Bolgesi (Wilayah Anatolia Tengah), enam provinsi di Ege Bolgesi (Wilayah Aegean), 10 provinsi di Karadeniz (Wilayah Laut Hitam) dan dua provinsi di Wilayah Sakarya.

Mereka akan melanjutkan kunjungan virtual mereka di 17 provinsi di Akdeniz Bolgesi (Wilayah Mediterania), Istanbul dan empat provinsi di Marmara. Pertemuan akan diakhiri dengan kunjungan virtual ke empat provinsi di Dardanelles.

Selama pertemuan, Iqbal dan Imam memberi tahu warga tentang perkembangan terbaru COVID-19 di Indonesia dan Turki. Mereka juga memberi tahu mereka tentang langkah-langkah yang diambil oleh misi untuk mengurangi dampak COVID-19 terhadap warga negara Indonesia di Turki.

Misi tersebut mengatakan bahwa ratusan orang Indonesia dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga pekerja spa, menunjukkan antusiasme mereka dalam pertemuan dua jam. Topik yang dibahas meliputi pekerjaan, imigrasi, keuangan, dan persediaan. Indonesia sedang mempersiapkan portal online untuk mengatasi masalah ini.


Kedutaan Besar Indonesia di Ankara mendirikan pos persediaan untuk orang Indonesia yang tinggal di empat kota dekat ibukota, tempat tinggal sebagian besar orang Indonesia di negara tersebut. Kedutaan melibatkan stafnya sendiri dan warga negara biasa dalam satuan tugas bersama yang tersebar di 37 tempat di Turki.

"Kami siap memberikan bantuan begitu yang terburuk terjadi," kata Iqbal.

Orang Indonesia diperintahkan untuk mengikuti arahan pemerintah Turki terkait pandemi COVID-19, kata Imam.

Kedutaan memperkirakan ada sekitar 4.500 orang Indonesia di 81 provinsi di Turki, 2.700 di antaranya adalah pelajar sementara 1.500 adalah pekerja spa dan sisanya profesional atau pasangan dari warga negara Turki.






0 comments:

Post a Comment