Thursday, April 16, 2020

Bagaimana dengan yang lainnya? Relief Bantuan Ojol memicu kekhawatiran akan ketimpangan bantuan


Beritanews-Bantuan pemerintah untuk perkiraan 4 juta ojol (pengendara ojek berbasis aplikasi) di Indonesia, yang termasuk pekerja informal yang paling terkena dampak telah memicu kekhawatiran apakah ada tingkat favoritisme tertentu oleh pemerintah terhadap pengemudi dibandingkan pekerja lain di Indonesia. negara.

Gagasan ini diperkuat oleh citra Presiden Joko "Jokowi" mobil Widodo, dengan bagasi terbuka, dan petugas keamanannya membagikan sekitar 400 paket makanan pokok kepada para pengemudi ojol di daerah Harmoni, Jakarta Pusat pekan lalu.

Gerakan itu mengikuti penerbitan Peraturan Menteri Perhubungan No. 18/2020, yang juga disahkan pada hari yang sama, memberikan pengemudi ojol meskipun ada peraturan Menteri Kesehatan sebelumnya yang melarang mereka membawa pelanggan sebagai bagian dari upaya untuk mengandung COVID-19. wabah. Awalnya mereka hanya diizinkan mengangkut barang. Tadjudin Noer Effendi, seorang pakar perburuhan dari Universitas Gadjah Mada, curiga bahwa gerakan pemerintah itu disebabkan oleh kekuatan politik yang dimiliki para pengemudi melalui jumlah yang banyak, kemampuan mereka untuk mengoordinasikan protes dan solidaritas di antara mereka.

“Setiap kali pengemudi melakukan protes, Jakarta lumpuh. Mungkin saja pemerintah melihat bahwa setiap kali mereka mengadakan aksi unjuk rasa di seluruh Indonesia dengan jumlah mereka yang cukup besar, mereka adalah kekuatan politik, ”katanya.


Sejak didirikan pada 2010 telah mendaftar setidaknya 1,7 juta mitra pengemudi ojol di Indonesia. Aplikasi saingan Grab memasuki pasar Indonesia pada tahun 2014 dan telah beroperasi bersama Gojek sejak saat itu.

Selain itu, mengingat status hukum taksi motor yang tidak pasti, para pengemudi telah membentuk asosiasi pengemudi yang kuat seperti Gerakan Aksi Dua Roda (Garda), dengan 100.000 anggotanya, yang telah secara aktif menyuarakan tuntutan pengemudi selama bertahun-tahun. Tadjudin berpandangan bahwa pemerintah tampaknya lebih memperhatikan pengemudi dibandingkan dengan pekerja dari sektor lain, seperti pariwisata.

0 comments:

Post a Comment