Tuesday, March 10, 2020

Pembuat undang-undang menyerukan koordinasi yang lebih baik untuk mendeteksi COVID-19 saat orang Indonesia dinyatakan positif di luar negeri


Beritanews-Para pembuat undang-undang mendesak pemerintah untuk meningkatkan koordinasi antarinstitusional untuk meningkatkan deteksi penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) di seluruh negeri, mengingat bahwa sejumlah pasien tampaknya telah menyelinap di bawah radar hanya untuk diidentifikasi kemudian di luar perbatasan negara.

Seorang lelaki Indonesia berusia 65 tahun yang disebut Case 152 di Singapura tiba di negara kota itu pada hari Sabtu setelah melaporkan gejala-gejala pada minggu sebelumnya dan mencari perawatan di sebuah rumah sakit di Jakarta pada tanggal 2 Maret. Ia mengunjungi Rumah Sakit Umum Singapura pada hari Jumat dan melakukan tes positif pada hari Sabtu.

Sementara itu, seorang pria Indonesia berusia 64 tahun yang disebut Case 147 tiba di Singapura pada hari Sabtu dan dinyatakan positif terkena virus pada hari Minggu. Kementerian Kesehatan Singapura mengidentifikasi kedua kasus sebagai kasus impor, yang berarti mereka kemungkinan tertular virus sebelum tiba di Singapura. Seorang wanita Indonesia berusia 50 tahun juga baru-baru ini dinyatakan positif di Australia setelah tiba di sana dari Jakarta, tetapi Kementerian Kesehatan Indonesia mengatakan percaya bahwa dia tidak tertular virus di Indonesia.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay meminta pemerintah untuk memastikan bahwa setiap kementerian, pemerintah daerah, lembaga dan pusat kesehatan menjaga hubungan komunikasi yang konstan satu sama lain untuk meningkatkan identifikasi kasus COVID-19 karena negara masih dalam tahap awal darurat kesehatan.


“Kami mendesak pemerintah untuk menghasilkan ide-ide baru sehingga kasus yang diduga dan dikonfirmasi dapat ditangani dengan cepat. Ini dapat dilakukan dengan memperkuat koordinasi antara kementerian, lembaga dan rumah sakit. Upaya semacam itu akan bermanfaat untuk proses pelacakan kontak, ”katanya kepada The Jakarta Post melalui telepon pada hari Selasa, menambahkan bahwa koordinasi antarlembaga tetap loyo bahkan di tengah kekhawatiran coronavirus.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemerintah harus memastikan bahwa semua 132 rumah sakit yang ditunjuk sebagai pusat rujukan untuk kasus COVID-19 di seluruh negeri dilengkapi dengan baik untuk merawat pasien.AGENDOMINO






0 comments:

Post a Comment