Saturday, March 28, 2020
Home »
Agen Bola
,
Agen Bola Terpercaya
,
Agen Kasino
,
Agen Sbobet
,
Situs Judi Bola Indonesia
,
Taruhan Bola
,
Taruhan Online Indonesia
» Mayoritas orang Indonesia menginginkan transparansi tentang COVID-19 pasien
Mayoritas orang Indonesia menginginkan transparansi tentang COVID-19 pasien
Beritanews-Sebagian besar orang Indonesia percaya bahwa beberapa informasi mengenai pasien positif COVID-19 harus tersedia untuk umum untuk digunakan untuk pelacakan kontak, sebagaimana tercermin oleh survei terbaru.
Survei ini dilakukan antara 20 dan 21 Maret oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lembaga lainnya, untuk mengetahui persepsi publik tentang transparansi informasi sehubungan dengan COVID-19. kejadian luar biasa.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa 97 persen dari 15.101 responden setuju bahwa riwayat perjalanan baru-baru ini dari pasien positif COVID-19 harus tersedia untuk umum. Sementara itu, 65,8 persen responden survei mendukung transparansi mengenai alamat rinci setiap pasien.
Responden adalah warga negara berusia 21 hingga 40 tahun yang dipilih secara acak, 65 persen adalah perempuan.
“Responden dari Jawa dan pulau-pulau lain menganggap penting untuk mempublikasikan 14 hari perjalanan sejarah pasien COVID-19,” kata peneliti krisis dan bencana Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dicky Pelupessy saat konferensi pers online pada hari Jumat. Informasi tersebut akan membantu orang untuk lebih berhati-hati dan memaksakan karantina sendiri jika mereka memiliki kontak langsung dengan pasien positif yang dikonfirmasi, lanjutnya.
Sekitar 61 persen responden setuju bahwa pihak berwenang harus mengumumkan nama-nama pasien, meskipun mereka kemudian mengatakan tidak perlu mempublikasikan informasi tersebut.
Selain itu, 64 persen responden setuju bahwa alamat pasien harus diungkapkan, tetapi informasi tersebut harus dibatasi dengan nama kabupaten tempat mereka tinggal. Selain itu, hanya 60,8 persen responden mengatakan bahwa kecamatan tempat pasien tinggal juga harus diumumkan.
“Orang akan lebih berhati-hati jika mereka mengetahui bahwa seseorang di lingkungan mereka terinfeksi COVID-19,” kata Dicky













0 comments:
Post a Comment