Sunday, March 15, 2020

Indonesia menyebarkan stimulus kedua di tengah pasar, penurunan rupiah


Beritanews-Indonesia telah secara resmi mengumumkan paket stimulus kedua dan telah berjanji untuk menyisihkan sebagian dari anggaran negara untuk mendukung perekonomian negara dengan latar belakang wabah COVID-19, memberikan beberapa bantuan untuk pasar saham yang hancur dan rupiah. anggaran negara untuk merangsang ekonomi dengan memberikan insentif pajak dan subsidi untuk pekerja, bisnis dan keluarga yang terkena dampak pandemi.

Perusahaan juga telah meluncurkan paket stimulus kedua, senilai Rp 22,9 triliun, yang mencakup keringanan pajak perorangan dan perusahaan, serta relaksasi pencairan pinjaman dan persyaratan restrukturisasi. Pekerja manufaktur dengan penghasilan di bawah Rp 200 juta per tahun akan

dibebaskan dari pembayaran pajak penghasilan selama enam bulan. Pemerintah juga telah memotong tarif pajak penghasilan badan sebesar 30 persen selama enam bulan dan menunda pembayaran pajak impor selama enam bulan untuk 19 industri manufaktur. Ini juga akan mempercepat pembayaran pajak yang dibayar lebih tanpa audit.


"Ini bukan pengumuman terakhir, karena perkembangannya sangat dinamis," Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pada konferensi pers di Jakarta. “Kami akan menilai situasi untuk mengurangi dan meminimalkan dampak. Kami tidak dapat menghapus dampaknya, tetapi kami dapat meminimalkan dampaknya bagi perusahaan dan masyarakat. ”

Langkah-langkah baru menambah paket stimulus Rp 10,3 triliun pertama diumumkan pada 25 Februari, yang memberikan subsidi hipotek untuk keluarga berpenghasilan rendah dan insentif fiskal untuk industri terkait perjalanan. Pemerintah juga akan mempercepat pencairan belanja sosial pada kuartal pertama dan subsidi untuk program kartu pra-kerja bulan ini.






0 comments:

Post a Comment