Saturday, March 28, 2020

Anggota parlemen PDI-P meninggal saat sedang dipantau untuk COVID-19


Beritanews-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Imam Suroso dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) meninggal pada hari Jumat ketika sedang dipantau untuk COVID-19.

Imam, 56, meninggal di Rumah Sakit Kariadi di Semarang, Jawa Tengah. Dia segera dimakamkan di kota kelahirannya Pati, Jawa Tengah, pada hari yang sama.

Penyebab kematiannya tidak dilaporkan, tetapi Imam telah secara resmi dinyatakan sebagai "pasien di bawah pengawasan" untuk COVID-19.

Imam menderita demam sejak 18 Maret, menurut sekretaris PDI-P di Gedung Bambang Wuryanto.

Imam berpartisipasi dalam kegiatan sosial, termasuk senam dengan warga desa Saliyan di Pati, dan membagikan masker dan pembersih tangan di pasar lokal pada 20 Maret. Dia mulai mengalami kesulitan bernapas pada hari berikutnya dan dibawa ke Rumah Sakit Kariadi.

Imam telah bertugas di Dewan Perwakilan Rakyat sejak 2009 dan merupakan anggota Komisi IX yang mengawasi perawatan kesehatan dan tenaga kerja.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, seorang politisi senior PDI-P, mendengar berita itu pada hari Jumat ketika menghadiri pemakaman ibu Presiden Joko “Jokowi” Widodo di Surakarta, juga di Jawa Tengah.

"Saya memerintahkan kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo untuk memantau kondisi Imam ketika saya mendengar berita itu," kata Ganjar, menambahkan bahwa ia menganggap Imam murah hati dan lucu.

Anggota parlemen lainnya, Imran dari Partai Gerindra, juga meninggal pada Jumat tengah malam. Politisi berusia 68 tahun itu meninggal di Rumah Sakit Umum Bahteramas di Kendari, Sulawesi Tenggara, seperti dilansir kantor berita Antara.

Seperti Imam, penyebab kematiannya tidak jelas. Namun, laporan dari outlet lokal mengatakan bahwa Imran mati bukan mati karena COVID-19






0 comments:

Post a Comment